Komisi Nasional Hak Asasi Manusia mendesak Kepolisian Daerah Maluku mengungkap kasus kematian wartawan mingguan Pelangi Maluku, Alfrets Mirulewan. "Ungkap dan temukan siapa pelaku sejatinya," ujar Komisioner Komnas HAM Jhony Simanjuntak dalam keterangan persnya di kantor Komnas HAM, Kamis 10 Maret 2011.
Jhony menilai hingga hari ini kepolisan belum bekerja maksimal. Terlihat dari adanya beberapa pihak yang belum diperiksa terkait kasus tersebut. "Segera periksa mintai keterangan orang-orang seperti direksi perusahaan minyak, pemerintah daerah dan juga pegawai kapalnya," kata dia.
Komnas mencurigai ada yang tidak beres dengan kasus ini. Kecurigaan itu berasal dari adanya oknum polisi yang dijadikan tersangka pembunuhan.
Terlebih lagi, Jhony mengungkapkan, teman korban kemarin baru menerima kiriman faks dari tersangka yang mengaku bahwa mereka bukan pembunuh sebenarnya."Melainkan hanya dipaksa untuk mengaku sebagai pembunuh Alfrets,"tandasnya.
Yeremias Mahuri, salah seorang rekan sesama wartawan Alfrets juga mengutarakan hal yang sama. Menurutnya, memang ada motif untuk menutup-nutupi kasus ini. "Dalam investigasi kelangkaan itu ada oknum polisi yang bermain, ada oknum yang juga menjadi pengusaha BBM,"ungkap Yeremias.
Alfrets Mirulewan, Pemimpin Redaksi Mingguan Pelangi, Maluku, yang ditemukan tewas 17 Desember lalu. Ia terakhir terlihat sedang melakukan liputan investigasi perdagangan gelap bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Maluku Barat Daya. Ia melakukan investigasi lantaran beberapa waktu belakangan terjadi kelangkaan BBM di kabupaten itu. [tempointeraktif]
Home » Berita » Kematian Wartawan Maluku Komnas HAM Minta Ungkap Pelakunya
Kematian Wartawan Maluku Komnas HAM Minta Ungkap Pelakunya
Diposting oleh Media Online on Kamis, 10 Maret 2011

{ 0 komentar... read them below or add one }
Posting Komentar